fbpx

Antara people pleasure dan altruism

Semua orang pasti pernah berbuat baik sekecil apapun, bisa dari perbuatan yang paling sederhana seperti tersenyum saat bertemu dengan orang lain, sampai perbuatan baik yang besar sampai memberi kesan mendalam bagi yang menerima kebaikanmu.

Mau tanya, gimana rasanya berbuat baik?

Kalau kamu ngerasa enak, nyaman atau merasa seolah-olah menjadi makhluk paling mulia di dunia, wajar banget kok. Itu tandanya kamu sudah cukup tulus dalam melakukan hal baik itu. Lain lagi kalau kamu ngerasa muak, benci dan marah ketika berbuat hal baik atau memberikan pertolongan ke orang lain. Coba tanya ke diri sendiri lagi deh, kita benar-benar berbuat baik demi orang yang kita tolong atau sebenarnya hanya untuk kepentingan diri kita sendiri?

Dua respon emosional tadi dapat menunjukan adanya dua kategori orang yang berbuat baik. Yang pertama adalah orang dengan kategori sikap altruism, yaitu sikap yang dilakukan murni demi kebaikan orang lain tanpa mengharapkan timbal balik dari orang yang kita bantu. Sedangkan yang kedua adalah orang dengan kategori People Pleaser atau sikap terlalu baik, yaitu sikap yang muncul ketika seseorang selalu mengiyakan keinginan atau permintaan orang lain sampai-sampai harus mengorbankan dirinya sendiri. People Pleaser ini membantu seseorang tidak atas dasar rasa ingin membantu orang lain, melainkan atas dasar obsesi terhadap reputasi diri agar selalu disukai dan diterima oleh orang lain.

Buat kamu yang senang banget buat dianggap orang lain baik sampai harus mengorbankan ketenangan diri kamu sendiri, emangnya nggak lelah?