fbpx

 

Pernah enggak sih kamu ngerasa kayak kok rumah enggak asik banget ya. Diem di rumah bukannya bikin seneng malah jadi repot, setiap hari disuruh-suruh mulu kerjaannya. Diem dikit salah, kerja bersih-bersih salah juga, malah disebut “kerja gak rapih banget”, atau ngerjain tugas, pake laptop malah disebut maen laptop mulu. Duhh serba salah dahh, mana sekarang lagi korona kan, gak boleh kemana-mana, harus diem dirumah, makin enggak tentram aja rasanya orang rumah.

Siapa nih yang pernah ngerasain? Kalau kamu enggak pernah, bagus sih. Berarti kamu anak rumahan yang baik. Tapi buat kamu yang ngerasa gini, yuk kita cari tau masalahnya dan perbaiki. Ada banyak faktor sebenernya yang ngebuat kita ngerasa kalau orangtua itu nyebelin, bisa karena memang kita jarang komunikasi, makanya kita ngerasa aneh dan mudah tersinggung dengan gaya komunikasi orangtua, atau bisa juga karena fikiran kita yang bebas, jadi diatur dikit ngerasa risih dan enggak melihat ke efek yang diberikan, jadi karena memang udah tersinggung duluan dengan aturannya, kita fokus kita langsung sama perintah dan aturannya aja, jadi gak ngeliat ke maksud dari perintah dan aturan itu.

Ini ada beberapa poin yang mungkin bisa menjadi alasan dan juga solusi untuk kamu terapkan dalam kehidupan rumah kamu :

  1. Perbedaan gaya komunikasi

Seperti yang gue omongin sebelumnya, komunikasi bisa menjadi peran utama yang mampu memperburuk dan memperbaiki suasana. Baik orang tua maupun anak memiliki peran penting dalam memperbaiki komunikasi. Ada dua kondisi yang berbeda antara anak dan orangtua dalam hal komunikasi “Orang tua selalu ingin di dengar dan dihormati, sedangkan anak selalu ingin dimengerti dan dituruti”.

Dalam hal ini sebenarnya tidak ada kepentingan yang saling berebut ataupun saling bertolak belakang. Ya semuanya bisa saling beriringan, orangtua bisa mendapatkan keinginan mereka, anak pun juga begitu, tinggal yaa kalian saling menghormati dan mendengarkan keinginan setiap pihak aja.

Maka dari itu solusi pertama adalah dengarkan, beri penghormatan, lalu bicarakan apa yang kamu inginkan.

  1. Kepercayaan

Pada usia seumuran kita (kalau kita seumuran) biasanya mulai muncul ketidak percayaan kepada orang tua, beragam hal yang mendasarinya salah satunya adalah karena pergaulan yang tidak sesuai. Anak lagi asik-asiknya main sama orang yang seumuran, temen-temen yang sama-sama merasakan kondisi yang mereka alami, masalah percintaan, masalah ekonomi, masalah pergaulan, jadi wajar pas anak ketemu orangtua yang memiliki gaya komunikasi yang tegas dan jauh memandang masa depan, wajar anak ngerasa kaget, dan ngerasa orangtua enggak ngerti perasaan dan kondisi mereka. “Anak biasa merasa bahwa orang tua tidak mengerti apa yang mereka alami, dan orang tua merasa tau segala hal tentang kehidupan.”

Nahh solusi kedua untuk mengatasi masalah kepercayaan ini adalah cobalah untuk terbuka. Orang tua pada dasarnya hanya membutuhkan apresiasi dan rasa dibutuhkan oleh anaknya. Tidak hanya sebagai ATM berjalan, but as parents should be. Sedangkan untuk orangtua coba untuk mencari tau lebih dalam juga permasalahan dari anaknya, jangan terlalu cepat mengambil keputusan, dengerin dulu ceritanya sampe abis, baru deh tanggapin. Terus konfirmasi juga pemahaman kamu dengan maksud dari si anak, apa udah cocok atau belum.

  1. Anak Muda yang Egois

“Pada dasarnya usia remaja atau dewasa awal adalah usia yang paling rumit dalam siklus kehidupan manusia, ditambah dengan perkembangan teknologi yang menyebabkan kondisi saat ini menjadi sangat disrupsi hal ini membuat kondisi menjadi semakin rumit dan membingungkan.”

Apa yang harus kita lakukan? Mulailah berdamai dengan diri sendiri, belajarlah untuk melihat apa yang tidak tampak dipermukaan, dan cobalah untuk melihat dari sudut pandang yang berbeda diluar sudut pandang dirimu sendiri.

Semoga bermanfaat yaa. Beri salam paling manis juga dari kami buat orang tua tercinta kamu dirumah.