fbpx

 

“Kok orang nganggep gue bercanda sih, padahalkan gue serius.”  Beberapa diantara kita mungkin seringkali dianggap terlalu banyak bercanda, saking seringnya bercanda sampai-sampai bahkan ketika kamu serius orang enggak bisa membedakannya dan malah menganggapmu sebagai sebuah bercandaan.

Pertanyaan : enak gak sih digituin?

Kalau enggak, yuukk kita ubah.

Yang pertama adalah “Bercandalah secukupnya”

Mulai saat ini, cobalah untuk bercanda pada waktu dan kondisi yang tepat. Pahami situasi dan dan kondisi yang ada sebelum melemparkan sebuah humor atau candaan. Gunakan ekspresi atau mimic wajah sebagai tanda. Mulai dari sekarang untuk mengontrol dan menciptakan mimik wajah dalam setiap kondisi, lalu sampaikan itu ketika kamu sedang merasa sedih, senang, serius, dan bercanda. Sehingga orang akan sadar dan tau ada yang kamu rasakan.

  1. Jujur

Beberapa orang yang memiliki sikap humoris biasanya selalu dianggap bisa menerima setiap topik pembicaraan, walau sebenarnya tidak. mulai dari sekarang katakanlah suka jika suka, dan katakan tidak jika kamu tidak menyukainya.

  1. Intonasi

Selain mimik wajah kamu juga bisa memainkan intonasi dan nada bicaramu, berikanlah penekanan dan penegasan dalam intonasi ketika kamu berkata serius, sehingga orang akan lebih memperhatikan dan mendengarkanmu.

  1. “Gue Serius!”

Terakhir, jika semua usaha kode-kodemu tidak dapat ditangkap oleh lawan bicaramu, maka beritahu mereka. Katakan kepada mereka bahwa kamu serius.

Percaya deh menjadi serius sesekali tidak akan membuat orang lain membencimu. Justru malah itu akan membuatmu lebih baik lagi. Jika kamu berpikir menjadi humoris dan sosok yang periang adalah salah satu cara terbaik untuk dapat diterima di lingkungan, kamu salah, yang benar adalah jadilah dirimu sendiri.

“bercandalah secukupnya, jadilah dirimu selamanya”